Placeholder ImageKotagede Yogyakarta termasuk juga salah satu bekal wisata Daerah Spesial Yogyakarta yg melengkapi beraneka destinasi menarik yang lain, seperti Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Malioboro, Goa Pindul, Kaliurang, dsb.

Telah jadi rahasia umum bahwa Yogyakarta yakni daerah yg tajir dapat obyek wisata memikat di Indonesia, bahkan jadi salah satu destinasi wisata pujaan dalam list perjalanan wisatawan mancanegara di beraneka ragam belahan dunia.

Karakter budaya lokal yg unik, kebiasaan istiadat yg kental, aneka kuliner bercitarasa tinggi, pun kerajinan tangan (handcraft) warga lokal yg menarik di Kotagede ialah sebahagian dari ciri khas wisata Yogyakarta yg demikian akrab di kalangan para penikmat perjalanan.

Kotagede Yogyakarta mampu dikatakan juga sebagai satu buah maksud wisata budaya & demikian kental bersama unsur-unsur peristiwa. Seandainya Kamu suka atau mau mengetahui tidak sedikit elemen berkenaan kesejarahan, sehingga destinasi wisata Kotagede Jogjakarta yakni pilihan cocok.

Kotagede yg tidak jarang dijuluki juga sebagai Kota Lanjut Usia ini mempunyai tidak sedikit bangunan lanjut umur yg jadi saksi histori. Kalau berkunjung ke Kotagede, Kamu serasa berada dalam mesin diwaktu yg mengambil kembali ke thn 1700-an. Terdapat kurang lebih 170 bangunan kuno di sana yg dibangun dalam rentang diwaktu beberapa ratus thn, ialah th 1700 sampai 1930-an. Dari arsitektural bangunan yg berbeda-beda, Kamu bakal menelusuri satu persatu kisah historis di balik berdirinya bangunan tersebut.

Peninggalan Histori Kotagede Yogyakarta
Terhadap era dulu, Kotagede Yogyakarta adalah suatu ibukota kerajaaan Islam yg menguasai sebahagian agung pulau Jawa, ialah Kerajaan Mataram. Kepada musim pemerintahan Sultan Gede Hanyokrokusumo, perkembangan kerajaan Mataram demikian pesat. Tetapi, terhadap hasilnya kerajaan nan makmur ini mengalami permasalahan internal yg seterusnya berujung kepada perpecahan.

Pintu gerbang Masjid Agung Kotagede
Dalam perkembangannya, biarpun telah tak lagi yang merupakan ibukota kerajaan, Kotagede konsisten ramai dgn jumlah warga yg makin bertambah. Di periode canggih kini, peninggalan peristiwa periode kerajaan tetap konsisten terjaga utuh, sekian banyak di antaranya seperti Masjid Kotagede, Hunian Tradisonal bersama arsitektur Jawa yg khas, Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Reruntuhan Benteng, sampai Toponim perkampungan yg masih memakai unsur tata kota sama seperti era dahulu.

Spot Menarik Wisata Kotagede Yogyakarta
Berikut ini ialah jumlahnya spot & objek menarik di kawasan wisata Kotegede Yogyakarta yg layak Kamu ketahui.

1. Pasar Tradisional Kotagede
Inilah pasar tradisional tertua di Jogjakarta. Pasar tradisional Kotagede Yogyakarta sudah ada semenjak era kerajaan & masihlah masihlah aktif sampai saat ini. Tiap-tiap Legi (hri kepada kalender Jawa), gerakan menjual beli demikian marak di pasar tradisional ini.

Para bakul & costumer juga aneka ragam barang dagangan senantiasa memenuhi pasar Kotagede. Bangunan pasar ini memang lah sudah mengalami sekian banyak kali renovasi, tapi gaya arsitektural & posisinya tak beralih sama sekali.

Kalau Kamu mau menelusuri kota bersejarah Kotagede, sehingga pasar tradisional ini ialah start awal yg amat sangat baik. Dari sini, setelah itu Kamu bisa bertolak ke arah selatan dgn terjadi kaki menuju makam-makam pendiri kerajaan, reruntuhan Benteng Dalam, maupun ke area Beringin Kurung.

2. Kompleks Makam Raja-Raja Mataram
Lebih Kurang 100 meter di arah selatan Pasar Tradisional Kotagede Yogyakarta, Kamu dapat menyaksikan tembok kokoh menjulang tinggi yg menaungi makam raja & tokoh-tokoh pendiri Kerajaan Mataram. Diwaktu memasuki kompleks makam tersebut, terlihatlah gapura bersama karateristik arsitektur Hindu.

Masing-masing terhadap gapura tersebut terdapat pintu kokoh & tebal yg terbuat dari kayu berhiaskan ukuran-ukiran indah. Penjaga kompleks yg dinamakan Abdi Dalem & mengenakan busana rutinitas Jawa, bertugas menjaga kompleks makam selagi 24 jam penuh. Adapun raja-raja atau tokoh yg dimakamkan di kompleks pemakaman ini merupakan Sultan Hadiwijaya, Ki Akbar Pemanahan, pula keluarga Panembahan Senopati.

3. Masjid Agung Kotagede
Menelusuri bukti peristiwa di Kotagede Jogja rasanya kurang kalau belum singgah ke Masjid Agung Kotagede yg yaitu masjid paling lanjut umur di Yogyakarta. Letak Masjid Agung Kotagede ini masihlah terletak terhadap ruang yg sama bersama Makam Pendiri Kerajaan Mataram.

4. Hunian Tradisional
Tidak jauh dari Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, atau lebih tepatnya di seberang jalan depan kompleks makam, Kamu bakal melihat hunian tradisonal ori Jawa. & seandainya Kamu terjadi lebih kurang 50 meter lagi ke arah selatan, sudah menanti satu buah tembok gapura rendah & berongga kumplit dgn plakat yg bertuliskan “Cagar Budaya”.

Apabila Kamu melintasi gapura tembok tersebut, Kamu bakal dibuat takjub oleh bangunan rumah-rumah tradisional Kotagede yg tetap terawat dgn baik. Hebatnya lagi, rumah-rumah tersebut tetap terus berfungsi sbg hunian tinggal.

5. Reruntuhan Benteng
Reruntuhan benteng merupakan salah satu spot yg wajib dikunjungi selama berwisata ke Kotagede Yogyakarta. Reruntuhan ini mempunyai ukuran seluas 400 x 400 meter kumplit bersama parit yg saat di era kerajaan lalu, dimanfaatkan sbg benteng pertahanan keraton. Tembok benteng ini mempunyai ketebalan 4 kaki yg berbuat dari bongkahan batu berukuran akbar.Placeholder Image

 

Advertisements