Es-Gempol-Pleret-Segar-dan-Manis

Gempol Pleret adalah minuman tradisional daerah Solo yang terdiri dari adonan tepung beras dan gula jawa. Adonan tepung itu dibentuk bulat pipih setelah sebelumnya dipapatkan.Gempol dan gula jawa dicampur dengan santan cair dan saus yang terbuat dari campuran gula pasri dan gula jawa. Untuk menambah kesegaran, es batu ditambahkan.

Minuman khas Kota Solo ini sudah ada sejak lama. Akan tetapi, pada tahun 1980-an, minuman ini sempat menghilang. Maka dari itu, sekarang ini, jarang ada penjual es gempol pleret.[Transportasi pilihan sewa mobil di Solo berikan kenyamanan dengan harga terjangkau.]

Suharto adalah satu dari beberapa orang yang mempunyai usaha jual es gempol pleret. Padahal, 20 tahun yang lalu banyak penjual es gempol pleret menggendong dagangannya keliling kampung.

Warung makanan dan es gempol pleret milik Pak Suhar berada di samping Masjid Tegalsari, Jalan Dr. Wahidin Solo. Lokasinya mudah ditemukan karena berada di seberang pertigaan Tugu Lilin Laweyan.

Pak Suhar memodifikasi minuman gempol pleret dengan mengkombinasikannya dengan dawet. Dia membuka usaha warung sejak Februari 1998. Tahun-tahun pertamanya dilewati dengan susah payah. Tak jarang, dia malah merugi. Rental mobil di Solo ini berikan penawaran sewa mobil murah!

Diakui Pak Suhar, es gempol pleret buatannya diracik selama tiga jam sebelum bisa dihidangkan ke pembeli.Dia menggunakan beras kualitas tinggi yaitu raja lele untuk membuat bulatan-bulatan gempol. Dia menumbuk beras dan mengeringkannya sebelum membentuknya bulat-bulat.

Biji gempol kemudian direbus dan dimasak dengan daun pandan agar beraroma sedap. Digunakannya daun pandan pada biji gempol membuat biji yang tadinya putih berubah menjadi kehijauan.

Meskipun warung Pak Suhar terkenal dengan minuman gempol pleretnya, menu makanannya tak kalah khas yaitu mi thoprak.Daftar menu sekiranya dengan jelas terpampang di spanduknya “Mi toprak, es dawet gempol pleret”. Sementara lauk pauknya ada tempe, tahu, karak, sosis, rempeyek kacang, dan sate sunduk.

Warung Pak Suhar boleh jadi berdiri di tempat sempit. Akan tetapi, warung yang hanya menyediakan lima meja panjang itu bisa memuat 30 orang jika penuh. Warung ini buka dari pagi pukul 09.30 hingga tutup pukul 16.00 WIB.[Sewa mobil di Solo lewat aplikasi Android.]

 

 

 

Advertisements